Blog

6 Cara Jitu Mengatur Finansial Bisnis

- Updated March 8, 2018

Selaku seorang pebisnis amatir, Kamu tentu mau bidang usaha yang dirintis sukses? Bila saat ini Anda sedang membangun usaha atau sudah mulai mendirikan usaha, bahwa rahasia sukses bisnis adalah cakap mengatur keuangan.

Hampir semua bidang utama dalam usaha berkaitan dengan keuangan. Mulai dari penyediaan barang, upah pekerja, kontrak ruko, transport, promosi dan lain-lain. Seluruh bidang tersebut memerlukan pengaturan keuangan secara akurat dan sistematis.

Mengelola finansial usaha tentu berbeda dengan cara pengelolaan finansial individu. Penataan untuk usaha harus lebih detail dan tepat, sehingga semua perputaran finansial bisa kontrol dengan gampang.

Membuat laporan finansial usaha ialah metode ampuh guna mengendalikan aliran uang perusahaan supaya tak terjadi kebocoran sehingga berujung pada kerugian finansial. Keuangan yang tidak di-manage secara tepat akan beresiko terhadap kondisi keuangan usaha. Aliran cash yang tidak diawasi menyebabkan banyak penyelewengan anggaran.

Nah untuk Kamu pengusaha pemula, mungkin 6 cara mengelola finansial bisnis berikut akan membantu.

Tujuan Pengelolaan Keuangan

1. Pisahkan Rekening Keluarga dan Bisnis

Satu hal yang kadang kala menjadikan bisnis Anda tidak berjalan seperti mestinya yaitu karena penggabungan uang pribadi dengan Uang atau uang perusahaan. Padahal sebetulnya hal ini adalah sebuah kesalahan besar yang nantinya akan mempengaruhi laporan finansial secara menyeluruh.

Nah dari sekarang, cobalah untuk membagi antara uang pribadi dengan uang perusahaan. Seperti contoh memecah antara rekening pribadi, keluarga dan rekening perusahaan.

2. Pembukuan Keuangan

Cara mengatur keuangan bisnis yang kedua ini bisa dikatakan wajib untuk seluruh perusahaan. Bahkan untuk usaha kecil sebenarnya begitu memerlukan pembukuan keuangan.
Laporan keuangan sendiri dibuat dengan fungsi untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang didapatkan dan berapa banyak pengeluaran yang dibutuhkan untuk biaya operasional perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

Ragam laporan keuangan pun begitu bermacam, hanya saja yang paling penting serta wajib ada yaitu laporan laba rugi serta neraca. Dimana 2 jenis laporan utama tersebut dapat Anda buat memakai software akuntansi.

3. Pencatatan Kas

Selain pencatatan finansial, satu catatan yang wajib ada dalam setia bulan maupun jangka waktu tertentu (sesuai ketentuan perusahaan) adalah arus kas. Dalam proyeksi arus kas ini Anda bisa menuliskan segala transaksi, baik transaksi kas masuk maupun kas keluar.

Metode mengatur finansial usaha dengan pembuatan proyeksi arus kas yaitu untuk mendeteksi dan antisipasi sebelum terjadinya minus kas. Serta sama seperti jenis laporan finansial lain, proyeksi arus kas pun bisa Anda buat dengan memakai software akuntansi.

4. Pisahkan Akunting dan Kasir

Selama ini mungkin Anda merasa apabila kedua karir ini ialah sama. Namun sebenarnya keduanya merupakan profesi dengan tanggung jawab serta karir jauh berbeda. Dimana akuntan atau akunting memiliki peran kunci untuk mengatur keuangan perusahaan. Sebaliknya kasir hanya sebatas menerima serta mengeluarkan uang bentuk kas.

Untuk itulah, metode memanage finansial usaha lain yang bisa Anda lakukan supaya finansial perusahaan selalu normal yaitu dengan memisahkan antara akunting dengan kasir. Dengan begitu segala operasional perusahaan dapat diketahui serta dikoordinasi.

5. Mencatat Stok Barang

Apabila perusahaan Anda ialah perusahaan barang, tentu saja aset yang dimiliki tidak hanya berwujud aktiva tetap namun juga berupa produk. Bahkan tak jarang harta berupa barang dagangan ini mempunyai nilai yang jauh lebih tinggi dibanding dengan aset tetapnya.

Sayangnya, karena begitu banyaknya stok produk yang dipunyai terkadang terjadi kelainan barang real dan catatan akunting, sehingga mengakibatkan ketidakstabilan laporan. Nah, metode mengatur akuntansi usaha yang dapat Anda coba untuk menghindarinya adalah dengan sering menjalankan cek stok produk.

Barang seminggu, sebulan maupun setahun sekali lakukanlah penghitungan produk yang nantinya dicocokkan bersama stok pada catatan. kemudian setelah dilakukan stok opname, pastikan segala arus masuk dan keluar barang tercatat dan terkoorinir semua agar tak ada lagi selisih stok.

6. Alokasikan Pengeluaran Bulanan

Satu Cara mengelola keuangan bisnis yang begitu penting dan harus Anda lakukan bahkan jauh-jauh waktu sebelum dijalankannya bisnis tersebut, yaitu pengalokasian pengeluaran bulanan. Dengan membuat list alokasi pengeluaran bulanan, maka setidaknya Anda akan terhindar dari pengeluaran-pengeluaran yang tidak begitu dibutuhkan.
Untuk alokasi pengeluaran bulanan sendiri termasuk gaji serta biaya skala kecil. Jadi sebelum bulan berakhir, setidaknya Anda sudah dapat melihat secara garis besar bagaimana arus pengeluaran dan penerapannya.

Itulah 6 Tips mengelola keuangan usaha yang bisa Anda buat untuk melindungi kestabilan finansial perusahaan. Dan yang wajib ditekankan pada uraian di atas adalah, seberapa kecilpun usaha Anda, pengaturan seperti di atas amat dibutuhkan.
Meski hanya memakai pencatatan dan rekap manual tanpa menggunakan software akuntansi, namun Anda telah dapat melihat bagaimana progres perusahaan dari waktu ke masa.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *