Blog

Ibadah Sunnah Yang Sering Ditinggalkan Orang

- Updated July 22, 2018

Ibadah Sunnah yang Sering Diabaikan Orang Islam

Sholat Tahajud

Sembahyang tahajud termasuk ibadah yang sangat istimewa. Termasuk sembahyang sunnah yang anjurannya langsung didapatkan pada Kitab Suci diiringi dengan keutamaannya. Maka itu sholat sunnah apa dapat menandinginya?

Sholat itu termasuk kegiatan orang-orang mukmin masa dulu. Barang bagi yang saat ini sanggup mengerjakannya, maka anda pun tercatat sebagai orang-orang yang shalih seperti mereka.

Tata cara sembahyang tahajud sebenarnya sama dengan sholat sunnah lainnya. Sebelum sembahyang diharuskan suci dari hadats sugra juga hadats kubra; bersih tubuh, pakaian juga lokasi dari najis; menutup aurat; serta menghadap arah kiblat.

Sembahyang malam dilakukan dengan dua rakaat selesai. Jumhur mualim berlainan pendapat mengenai batasan hitungan rakaatnya. Rasulullah kadang melaksanakan 11 rakaat dengan witir dan terkadang 13 rakaat termasuk witir.

Niat Sembahyang Tahajud

Para ulama sependapat bahwa posisi niat adalah dada. Melafalkan niat tidak termasuk sebuah kewajiban. Artinya, tidak perlu mengucapkan niat. Namun menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, hukumnya dianjurkan dalam rangka membantu hati dalam niat.

Di madzhab Syafi’i, niat sembahyang tahajud dilafalkan sebagai berikut:
“Saya niat sholat sunnah Malam 2 rakaat karena Allah Ta’ala”

Doa

Doa sesudah sembahyang malam insya Allah dikabulkan oleh-Nya. Terlebih jika dikerjakan di sepertiga malam yang terakhir, waktu paling dianjurkan untuk memohon.

Allah berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari)

Sembahyang dhuha

Diantara amalan yang sangat dianjurkan bahkan sudah menjadi anggota daripada sunnah Nabi adalah melaksanakan sholat dhuha. Dikatakan dhuha dikarena memang saat sholatnya itu dilakukan setelah terbit fajar hingga dengan datangnya sholat dzuhur. Adapun pada persoalan waktu dhuha tersebut para ulama fuqohaa atau para ulama ahli ibadah mengelompokkan pada dua kelompok waktu dalam menunaikannya.

Niat Sembahyang dhuha

“Saya berniat sembahyang dhuha 2 rakaat menghadap kiblat karena allah ta’ala”.
Doa sembahyang dhuha

Doa Sholat Dhuha

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”

Sholat Taubat

Sembahyang taubah adalah cara untuk meraih diantara amal yang tertinggi kedudukannya pada sisi Allah, yaitu taubah nasuha. Taubat adalah komitmen mengakui seluruh kesalahan yang kita lakukan dan menyesalinya, serta berjanji untuk tak melakukannya lagi. Tuhan sudah menciptakan orang dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Allah menciptakan kita dengan segala keterbatasan bukan bermaksud tanpa tujuan. Padanya terkandung hikmah yang luas, dimana dengannya kita mampu menggali beberapa pelajaran.

Niat Sholat Taubat

Niat sembahyang taubat yaitu dengan menghadirkan keinginan untuk taubah dari semua kekhilafan terlebih dahulu. Setelah itu disambung dengan berwudhu dan melaksanakan sholat 2 rakaah.

“Saya niat sembahyang sunnat taubat dua rakaah karena Allah.”

Tata Cara sholat Taubah

Sholat taubat sendiri dilakukan berjumlah dua rakaah dengan rukun sebagaimana sembahyang seperti lainnya. Adapun jika bisa, kita boleh memperlama sujud terakhir untuk secara khusus bermunajat dan mengakui semua dosa kita serta meminta diampuni dengan segala kerendahan diri dihadapan Tuhan.

Seperti yang disebutkan dalam hadist, “Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.”(HR. Muslim)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *