Blog

Ibadah Tengah Malam / Pagi / Taubah Beserta Tata Cara dan Doa

- Updated February 13, 2019

Ibadah Sunnah yang Sering Diabaikan Orang Islam

Sholat Malam

Sholat tahajud adalah sembahyang yang sangat istimewa. Termasuk sembahyang sunnah yang anjurannya kerap didinukilkan pada Kitab Suci disertai bersama kelebihannya. Maka itu sholat sunnah apa yang bisa menandinginya?

Sholat ini adalah kegiatan orang-orang mukmin masa dulu. Maka orang yang sekarang bersedia melakukannya, pasti dia pun dicatat sebagai golongan orang Sholeh layaknya mereka.

Tata cara sholat malam pada dasarnya seperti halnya dengan sholat sunnah pada umumnya. Saat ingin sholat diharuskan suci dari hadats sugra dan hadats besar; suci tubuh, pakaian juga alas dari kotoran; menjaga aurat; serta menghadap ka’bah.

Sholat malam dikerjakan dengan 2 rakaat selesai. Para ulama berbeda pendapat tentang batasan hitungan rakaatnya. Nabi Muhammad SAW kadang mengerjakan 11 rakaat dihitung witir dan terkadang 13 rakaat termasuk witir.

Niat Sembahyang Malam

Semua ulama setuju bahwa posisi niat ada di hati. Mengucapkannya bukanlah sebuah keharusan. Artinya, tidak harus melafalkan niat. Namun bagi kebanyakan ulama diluar madzhab Imam Malik, hukumnya sunnah atas dasar memperkuat hati dalam niat.

Pada madzhab Syafi’i, niat sembahyang tahajud dilafalkan sebagaimana berikut:
“Saya niat sholat sunnah Tahajud 2 rakaat karena Allah Ta’ala”

Doa

Doa setelah sembahyang malam insya Allah diperkenankan oleh-Nya. Apalagi kalau dilaksanakan di dua pertiga malam yang terakhir, moment sangat baik agar memohon.

Allah berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari)

Sholat dhuha

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan bahkan sudah menjadi anggota dari sunnah Rasul yaitu melaksanakan sholat dhuha. Disebut dhuha karena emang saat pelaksanaannya itu dilakukan sesudah terbit fajar sampai dengan tibanya sholat dzuhur. Bahkan dalam persoalan waktu dhuha tersebut ulama-ulama fuqohaa atau ulama-ulama ahli ibadat mengelompokkan di dua kelompok waktu dalam pelaksanaannya.

Niat Sholat dhuha

“Saya berniat sholat dhuha 2 rakaat menghadap kiblat karena allah ta’ala”.
Doa sembahyang dhuha

Doa Sembahyang Dhuha

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”

Sembahyang Taubat

Sholat taubat adalah cara agar mencapai diantara perbuatan yang paling tinggi kedudukannya pada sisi Tuhan, diantaranya taubah nasuha. Taubat adalah sikap mengakui segala kesalahan yang dulu perbuat dan menyesalinya, serta berjanji untuk tak melakukannya lagi. Allah telah menciptakan orang dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Allah menciptakan kita dengan berbagai kekurangan tidak berarti tanpa tujuan. Padanya tersirat hikmah yang banyak, dimana dengan itu kita bisa menggali beberapa ilmu.

Niat Sembahyang Taubat

Niat sembahyang taubat yaitu dengan menghadirkan hasrat untuk taubat dari seluruh kekejahatan terlebih dahulu. Setelah itu dilanjutkan dengan berwudhu dan melaksanakan sembahyang 2 rakaah.

“Aku niat shalat sunnat taubat 2 rakaah karena Allah.”

Tata Cara sembahyang Taubat

Sholat taubah sendiri dilakukan berjumlah dua rakaah dengan rukun sebagaimana sembahyang yang lainnya. Adapun seandainya mau, anda bisa memperlama sujud terakhir untuk dengan khusus bermunajat dan mengakui seluruh dosa kita serta memohon belas kasih dengan semua kerendahan diri dihadapan Tuhan.

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadist, “Yang terdekat antara seorang manusia dengan Rabbnya adalah saat dia sujud, maka perbanyaklah do’a tatkala itu.”(HR. Muslim)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *