Blog

Penjelasan Lengkap Jaringan Epidermis, Ciri, Fungsi dan Bentuk Memodifikasi

- Updated July 30, 2018

Defisini dari jaringan epidermis adalah lapisan jaringan paling di luar pada tanaman yang berfungsi sebagai pelindung atau penutup semua organ.

Struktur jaringan epidermis ialah lapisan terluar tanaman. Terbagi dari epidermis, pertumbuhan stomata dan epidermal. Epidermis biasanya terbagi dari lapisan tunggal sel parenkim yang dipadatkan rapi tidak memiliki ruang interselular.

Pada daun beberapa sel tertentu yang meliputi stomata disebut sebagai sel penjaga. Kloroplas ada hanya di sel penjaga epidermis. Biasanya sel epidermis lainnya tidak mempunyai kloroplas. Bagian luar epidermis umumnya ditutupi kutikula.

Stoma merupakan pori-pori yang dikelilingi oleh dua sel pelindung. Stomata terjadi terutama di epidermis daun. Pada beberapa tanaman sejenis tebu, sel pelindung dipisahkan oleh beberapa sel khusus. Mereka terdapat perbedaan dari sel epidermis lainnya. Sel ini diberi nama sel anak perusahaan atau aksesori.

Jaringan epidermis didapatkan dari protoderm. Setelah tua dapat tetap hidup ataupun rusak, jika rusak maka akan diperbaharui oleh gabus. Jumah jaringan epidermis kebanyakan 1 lapis tapi dapat juga dengan macam ukuran yang bervariasi.

Epidermis yang terdiri dari satu lapis disebut dengan epidermis ganda bila bersumber dari protoderm, contoh daun moraceae, akar anggrek atau disebut hipodermis jika bersumber dari meristem jaringan dasar.

Jenis-jenis Jaringan Maristem

  1. Jaringan epidermis daun? terdapat di bagian bawah daun, tidak terdapat klorofil.
  2. Jaringan epidermis batang? berwujud lapisan tebal (kutikula).
  3. Jaringan epidermis akar? menjadi pelindung akar serta tempat prosesnya difusi dan osmosis nutrisi.

Macam Jaringan Epidermis

Rambut akar: Merupakan sebuah modifikasi dari epidermis yang memiliki fungsi dalam proses penyerapan air dalam tanah.

Sel silika dan gabus: Silica berisi kristal silica, namun sel gabus mengandung {endapan suberin}. Dua sel tersebut selalu berpasangan, pada umumnya ditemukan dalam tulang daun gramine.

Litokis: Merupakan sel yang mempunyai dari epidermis normal dengan pertumbuhan tertentu ke arah dalam. Sel tersebut memiliki kristal kalsium karbonat yang dikenal dengan sistolit.

Sel kipas/bulliform: Berupa beberapa sel yang lumayan besar dari sel epidermis, vakuola besar, berlapis tipis, dan berisi air. Efek dari sel kipas merupakan sebagai membuka dan menutup daun (daun yang menggulung).

Stomata: Merupakan celah dari kedua sel penutupnya. Sel penutup ialah kedua sel yang memiliki bentuk tertentu menghalangi celah. Stomata bisa didapati pada daun, rhizoma, batang, perhiasan bunga, bakal buah dan biji. Letak stomata bisa satu baris dengan permukaan epidermis (fanerofor) atau tenggelam (Cryptofor).

Trikoma: Merupakan tonjolan epidermis yang terbagi dari 1 sel atau lebih yang difungsikan sebagai tanda taksonomi familia. Manfaat trikoma pada tumbuhan adalah sebagai penjaga dari serangan yang bersumber dari luar dan menghambat penguapan.

Macam-macam Jaringan Epidermis

  • Vakuola ukuran besar bisa mengandung antosianin.
  • Susunan sel rapat tanpa ruang antar sel.
  • Lapisan sel bermacam, tergantung dari posisi dan jenis tumbuhannya.
  • Terkandung sitoplasma yang hidup dan mengandung kristal garam, silikat, dan garam minyak.
  • Tidak berkloroplas, terkecuali pada sisi sel pelindung, dalam hidrofit dan tanaman di bawah naungan.

Pengaruh Jaringan Epidermis

Penjaga Semua Bagian Tumbuhan

Pengaruh paling utama yaitu sebagai pelindung seluruh organ dalam tumbuhan, mulai dari akar, batang dan daun dari semua keadaan dan pengaruh lingkungan luar. Sel-sel yang tersusun dengan susunan yang rapi menyebabkan organ bagian di badan tumbuhan terlindungi.

Terlindungi dari perubahan suhu udara, kelembapan, infeksi patogen seketika. Dengan demikian tanda pada jaringan ini mengandung bentuk lebih keras dibandingkan jaringan yang lain, dipenuhi bulu akar, sel kipas, dan spina (duri).

Penampungan Wadah Air

Sel-sel pada epidermis mempunyai protoplasma yang berwujud pipih dna besar. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu wadah penyimpanan air bagi tanaman.

Pada musim kemarau datang diikuti dengan kadar air tanah tidak mencukupi, maka air-air yang sudah disimpan di dalam protoplasma akan disalurkan kemudian diangkat oleh daun untuk diproses dengan cara fotosintesis.

Penyerapan Zat Air dan Unsur Hara

Epidermis yang ada pada akar juga berperan sebagai pengambil air sekaligus unsur hara bagi tanah. Fungsi tersebut dilakukan, biasanya oleh trikomata yang berubah menjadi bulu akar.

Mengatasi Penguapan pada Tumbuhan

Efek epidermis selanjutnya yaitu sebagai jaringan penghantar proses transparasi atau peluapan air dari tumbuhan. Manfaat seperti ini dikerjakan oleh stomata yang menjadi salah satu komponen dari epidermis selain trikomata.

Ketika suhu udara menguat, stomata di jaringan epidermis akan membatasi dengan rapat demi laju transparasi tanaman bisa dibatasi, namun saat suhu udara melemah, stomata akan membuka dengan sangat luas bertujuan agar sebagian air bisa terbuang ke udara dan tidak membeku pada jaringan tumbuhan.

Kadangkali stomata juga menjadi jalan sekresi air dari tanaman, melewati proses yang disebut gutasi.

Difusi Karbondioksida dan Oksigen

Fungsi jaringan epidermis ini sebagai tempat untuk proses difusi karbondioksida dan oksigen saat tumbuhan melakukan sekresi dan respirasi hasil fotosintesis. Pada umumnya proses tersebut hanya terjadi pada daun dengan stomata sebagai organ perubahnya.

Stomata pada daun yang bisa melakukan difusi tersebut sering digunakan petani untuk penerapan pupuk daun di tumbuhanya. Unsur hara yang disalurkan melalui daun akan diproses sepenuhnya melalui difusi yang dikerjakan oleh stomata.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *