Blog

Penjelasan Lengkap Jaringan Epidermis, Ciri, Fungsi dan Cara Memodifikasi

- Updated February 13, 2019

Defisini dari jaringan epidermis ialah lapisan jaringan paling di luar pada tumbuhan yang berperan sebagai penjaga atau penutup seluruh organ.

Struktur jaringan epidermis ialah lapisan terluar tumbuhan. Terbagi dari epidermis, pertumbuhan stomata dan epidermal. Epidermis pada umumnya terbagi dari lapisan tunggal sel parenkim yang dihasilkan rapi tanpa ruang interselular.

Di daun beberapa sel tertentu yang mengitari stomata dikenal sebagai sel penjaga. Kloroplas ada hanya di sel penjaga epidermis. Umumnya sel epidermis lainnya tidak mempunyai kloroplas. Bagian luar epidermis umumnya tertutup kutikula.

Stoma ialah pori-pori yang diliputi oleh dua sel penjaga. Stomata terjalin terutama di epidermis daun. Pada beberapa tanaman sejenis tebu, sel penjaga dibatasi oleh bermacam sel khusus. Mereka terdapat perbedaan dari sel epidermis lainnya. Sel ini diberi nama sel anak perusahaan atau aksesori.

Jaringan epidermis didapatkan dari protoderm. Setelah berumur tua bisa tetap hidup ataupun rusak, jika rusak maka akan diperbaharui oleh gabus. Jumah jaringan epidermis umumnya 1 lapis tetapi dapat juga dengan jenis ukuran yang bervariasi.

Epidermis yang terdiri dari satu lapis dijuluki dengan epidermis ganda bila berasal dari protoderm, contoh daun moraceae, akar anggrek atau dijuluki hipodermis jika asalnya dari meristem jaringan dasar.

Ciri-ciri Jaringan Maristem

  1. Jaringan epidermis daun? terdapat pada dalam bawah daun, tidak memiliki kandungan klorofil.
  2. Jaringan epidermis batang? berwujud lapisan tebal (kutikula).
  3. Jaringan epidermis akar? menjadi pelindung akar serta area prosesnya difusi dan osmosis nutrisi.

Jenis Jaringan Epidermis

Rambut akar: Ialah sebuah perubahan dari epidermis yang memiliki fungsi dalam proses penyerapan air di tanah.

Sel silika dan gabus: Silica mengandung kristal silica, namun sel gabus mengandung {endapan suberin}. Kedua sel tersebut selalu sejajar, umumnya didapati pada tulang daun gramine.

Litokis: Merupakan sel yang berisi dari epidermis normal dengan perubahan tertentu ke arah dalam. Sel tersebut memiliki kristal kalsium karbonat yang dikenal dengan sistolit.

Sel kipas/bulliform: Bersifat sederet sel yang lebih besar dari sel epidermis, vakuola besar, berlapis tipis, dan berisi air. Efek dari sel kipas adalah untuk membuka dan menutup daun (daun yang tergulung).

Stomata: Adalah Akses dari kedua sel penutupnya. Sel penutup ialah kedua sel yang memiliki bentuk khusus menutupi celah. Stomata dapat didapati pada daun, rhizoma, batang, perhiasan bunga, bakal buah dan biji. posisi stomata bisa satu baris dengan lapisan epidermis (fanerofor) atau tenggelam (Cryptofor).

Trikoma: Ialah benjolan epidermis yang terbagi dari 1 sel atau lebih yang digunakan sebagai tanda taksonomi familia. Efek trikoma dalam tumbuhan merupakan sebagai penjaga dari serangan yang berasal dari luar dan mengurangi penguapan.

Jenis-jenis Jaringan Epidermis

  • Vakuola ukuran besar bisa berisi antosianin.
  • Tatanan sel rapat tidak ada ruang antar sel.
  • Lapisan sel bermacam, menyesuaikan dari peran dan jenis tumbuhannya.
  • memiliki kandungan sitoplasma yang hidup dan mengandung kristal garam, silikat, dan garam minyak.
  • Tidak berkloroplas, terkecuali di bagian sel penutup, pada hidrofit dan tanaman di bawah naungan.

Pengaruh Jaringan Epidermis

Memproteksi Semua Organ Tumbuhan

Pengaruh paling utama ialah sebagai pelindung semua bagian organ di tanaman, mulai dari akar, batang dan daun dari semua kondisi serta efek lingkungan luar. Sel-sel yang tertata dengan susunan yang teratur memungkinkan organ bagian dalam tubuh tumbuhan terlindungi.

Terjaga dari berubahnya suhu udara, kelembapan, infeksi patogen seketika. Dengan demikian ciri-ciri jaringan tersebut mengandung permukaan lebih keras dibandingkan jaringan yang lain, dilengkapi bulu akar, sel kipas, dan spina (duri).

Penampungan Cadangan Air

Sel-sel dalam epidermis mempunyai protoplasma yang seperti pipih dna besar. Hal tersebut menjadikannya sebagai salah satu wadah penyimpanan air untuk tumbuhan.

Ketika musim panas datang diikuti dengan takaran air tanah tidak memenuhi, maka air-air yang sudah disimpan di dalam protoplasma akan dihantarkan lalu diangkat ke daun untuk pencernaan melalui fotosintesis.

Penyerapan Zat Air dan Unsur Hara

Epidermis yang tinggal pada akar juga berfungsi untuk penyerap air sekaligus unsur hara pada tanah. Fungsi tersebut dilakukan, terutama oleh trikomata yang termodifikasi menjadi bulu akar.

Menanggulangi Penguapan pada Tanaman

Manfaat epidermis selanjutnya yaitu sebagai jaringan penata proses transparasi atau penguapan air pada tumbuhan. Efek demikian dikerjakan oleh stomata yang merubah beberapa bagian dari epidermis selain trikomata.

Saat suhu udara menguat, stomata di jaringan epidermis akan membatasi dengan rapat agar laju transparasi tumbuhan bisa dicukupkan, sedangkan saat suhu udara rendah, stomata akan membuka dengan sangat lebar bertujuan agar sebagian air dapat terbuang ke udara dan tidak membeku di jaringan tumbuhan.

Suatu Masa stomata juga menjadi jalan sekresi air dari tanaman, melewati pemrosesan yang namanya gutasi.

Difusi Karbondioksida dan Oksigen

Fungsi jaringan epidermis ini sebagai media untuk terjadinya difusi karbondioksida dan oksigen ketika tumbuhan melakukan sekresi dan respirasi hasil fotosintesis. Pada umumnya proses ini hanya terjadi pada daun dengan stomata sebagai organ pemrosesnya.

Stomata dalam daun yang dapat melakukan difusi tersebut sering digunakan petani untuk mengaplikasikan pupuk daun pada tumbuhanya. Unsur hara yang diberikan melalui daun akan terserap sepenuhnya melalui difusi yang dilakukan oleh stomata.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *