Blog

Rangkuman Lengkap Tentang Jaringan Epidermis pada tanaman

- Updated October 7, 2018

Pengertian dari jaringan epidermis ialah lapisan jaringan berada di luar pada tumbuhan yang berperan sebagai pelindung atau penutup seluruh organ.

Sistem jaringan epidermis adalah lapisan terluar tumbuhan. Terdiri dari epidermis, pertumbuhan stomata dan epidermal. Epidermis biasanya terdiri dari lapisan tunggal sel parenkim yang dipadatkan rapi tidak memiliki ruang interselular.

Pada daun beberapa sel tertentu yang mengitari stomata dikenal sebagai sel pelindung. Kloroplas muncul hanya di sel penjaga epidermis. Umumnya sel epidermis lainnya tidak memiliki kloroplas. Dinding luar epidermis pada umumnya ditutupi kutikula.

Stoma adalah pori-pori yang dikelilingi oleh dua sel penjaga. Stomata terjadi terutama di epidermis daun. Pada beberapa tanaman sejenis tebu, sel pelindung dibatasi oleh bermacam sel tertentu. Mereka terdapat perbedaan dari sel epidermis lainnya. Sel ini diberi nama sel anak perusahaan atau aksesori.

Jaringan epidermis berasal dari protoderm. Setelah berumur tua bisa terus ada ataupun rusak, apabila rusak maka akan digantikan oleh gabus. Jumah jaringan epidermis kebanyakan 1 lapis namun dapat juga dengan bentuk ukuran yang variatif.

Epidermis yang terdiri dari satu lapis disebut dengan epidermis ganda jika asalnya dari protoderm, contoh daun moraceae, akar anggrek atau disebut hipodermis jika asalnya dari meristem jaringan dasar.

Ciri-ciri Jaringan Maristem

  1. Jaringan epidermis daun? ada pada bagian bawah daun, tidak terdapat klorofil.
  2. Jaringan epidermis batang? berwujud lapisan tebal (kutikula).
  3. Jaringan epidermis akar? menjadi pelindung akar serta area terjadinya difusi dan osmosis nutrisi.

Jenis Jaringan Epidermis

Rambut akar: Adalah sebuah perubahan dari epidermis yang berpangaruh dalam menyerap air dalam tanah.

Sel silika dan gabus: Silica mengandung kristal silica, namun sel gabus mengandung {endapan suberin}. Dua sel tersebut selalu berpasangan, umumnya ditemukan di tulang daun gramine.

Litokis: Merupakan sel yang mempunyai dari epidermis normal dengan pertumbuhan khusus ke arah dalam. Sel tersebut berisi kristal kalsium karbonat yang disebut dengan sistolit.

Sel kipas/bulliform: Berupa sederet sel yang cukup besar dari sel epidermis, vakuola besar, berdinding tipis, dan berisi air. Energi dari sel kipas merupakan untuk membuka dan menutup daun (daun yang tergulung).

Stomata: Merupakan celah dan kedua sel penutupnya. Sel penutup merupakan diantara sel yang memiliki bentuk khusus menghalangi celah. Stomata bisa ditemukan pada daun, rhizoma, batang, perhiasan bunga, bakal buah dan biji. posisi stomata dapat sejajar dengan permukaan epidermis (fanerofor) atau tenggelam (Cryptofor).

Trikoma: Ialah tonjolan epidermis yang terbagi dari 1 sel atau lebih yang difungsikan sebagai ciri taksonomi familia. Fungsi trikoma dalam tumbuhan merupakan sebagai penjaga dari gangguan yang bersumber dari luar dan mempersulit penguapan.

Jenis-jenis Jaringan Epidermis

  • Vakuola ukuran besar bisa berisi antosianin.
  • Struktur sel rapat tanpa ruang antar sel.
  • Dinding sel bermacam, tergantung dari peran dan macam tanamanya.
  • Terkandung sitoplasma yang hidup dan mengandung kristal garam, silikat, dan garam minyak.
  • Tidak berkloroplas, terkecuali di bagian sel pelindung, dalam hidrofit dan tanaman di bawah naungan.

Peran Jaringan Epidermis

Memproteksi Semua Organ Tumbuhan

Peran paling inti yaitu sebagai penjaga yang mencakup semua organ di tumbuhan, mulai dari akar, batang dan daun dari segala kondisi dan efek lingkungan luar. Sel-sel yang tersusun dengan susunan yang teratur memungkinkan organ bagian dalam badan tumbuhan terlindungi.

Terlindungi dari perubahan suhu udara, kelembapan, infeksi patogen signifikan. Oleh karenanya tanda pada jaringan tersebut terdapat tekstur lebih keras jika disamakan dengan jaringan yang lain, dipenuhi bulu akar, sel kipas, dan spina (duri).

Penampungan Wadah Air

Sel-sel pada epidermis mempunyai protoplasma yang berbentuk pipih dna berukuran besar. Hal tersebut merubahnya sebagai salah satu tempat penampungan air untuk tanaman.

Pada musim panas tiba diikuti dengan kadar air tanah tidak mencukupi, maka air-air yang telah disimpan di dalam protoplasma akan diambil lalu diangkut oleh daun untuk diproses melalui fotosintesis.

Pengambilan Kadar Air dan Unsur Hara

Epidermis yang tinggal pada akar juga berperan sebagai pengambil air sekaligus unsur hara bagi tanah. Fungsi ini diaplikasikan, khususnya oleh trikomata yang termodifikasi menjadi bulu akar.

Menanggulangi Penguapan pada Tanaman

Manfaat epidermis selanjutnya yaitu sebagai jaringan penghantar proses transparasi atau peluapan air dari tumbuhan. Fungsi seperti ini dilakukan oleh stomata yang merubah beberapa organ dari epidermis selain trikomata.

Pada suhu udara tinggi, stomata pada jaringan epidermis akan menyelaputi dengan rapat demi laju transparasi tumbuhan bisa disesuaikan, sedangkan pada suhu udara menurun, stomata akan membuka dengan sangat lebar bertujuan agar sebagian air bisa terbuang ke udara dan tidak mengeras pada jaringan tumbuhan.

Kadangkali stomata juga merupakan jalan sekresi air dari tanaman, melewati proses yang namanya gutasi.

Difusi Karbondioksida dan Oksigen

Fungsi jaringan epidermis ini sebagai media untuk proses difusi karbondioksida dan oksigen ketika tumbuhan melakukan sekresi dan respirasi hasil fotosintesis. Pada umumnya fungsi tersebut hanya terjadi terhadap daun dengan stomata sebagai organ pemrosesnya.

Stomata dalam daun yang dapat melakukan difusi tersebut biasa dimanfaatkan petani untuk penerapan pupuk daun di tanamannya. Unsur hara yang diberikan melalui daun akan terserap sempurna melalui difusi yang dilakukan oleh stomata.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *