Blog

Rangkuman Lengkap Tentang Jaringan Epidermis pada Tumbuh-tumbuhan

- Updated September 9, 2018

Defisini dari jaringan epidermis adalah lapisan jaringan berada di luar pada tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai penjaga atau penutup semua organ.

Skema jaringan epidermis ialah lapisan paling luar tanaman. Terdiri dari epidermis, pertumbuhan stomata dan epidermal. Epidermis biasanya terbagi dari lapisan tunggal sel parenkim yang dihasilkan rapi tanpa ruang interselular.

Di daun bermacam sel spesifik yang meliputi stomata dinamakan sebagai sel pelindung. Kloroplas hadir hanya di sel penjaga epidermis. Biasanya sel epidermis lainnya tidak memiliki kloroplas. Sisi luar epidermis pada umumnya ditutupi kutikula.

Stoma adalah pori-pori yang dikelilingi oleh dua sel penjaga. Stomata terjalin terutama di epidermis daun. Pada sebagian tanaman seperti tebu, sel penjaga dibatasi oleh bermacam sel spesifik. Mereka memiliki kelainan dari sel epidermis lainnya. Sel ini disebut sel anak perusahaan atau aksesori.

Jaringan epidermis berasal dari protoderm. Setelah berumur tua dapat terus ada ataupun hancur, jika hancur lalu akan digantikan oleh gabus. Jumah jaringan epidermis kebanyakan 1 lapis tetapi dapat juga dengan macam ukuran yang bervariasi.

Epidermis yang terdiri dari satu lapis dijuluki dengan epidermis ganda bila asalnya dari protoderm, contoh daun moraceae, akar anggrek atau disebut hipodermis jika berasal dari meristem jaringan dasar.

Macam-macam Jaringan Maristem

  1. Jaringan epidermis daun? ada di bagian bawah daun, tidak memiliki kandungan klorofil.
  2. Jaringan epidermis batang? berwujud lapisan tebal (kutikula).
  3. Jaringan epidermis akar? menjadi pelindung akar serta area prosesnya difusi dan osmosis nutrisi.

Jenis Jaringan Epidermis

Rambut akar: Merupakan sebuah metamorfosis dari epidermis yang memiliki fungsi dalam menyerap air pada tanah.

Sel silika dan gabus: Silica berisi kristal silica, namun sel gabus berisi {endapan suberin}. Dua sel tersebut selalu beriringan, pada umumnya ditemukan dalam tulang daun gramine.

Litokis: Adalah sel yang berisi dari epidermis normal dengan perkembangan khusus ke arah dalam. Sel tersebut berisi kristal kalsium karbonat yang disebut dengan sistolit.

Sel kipas/bulliform: Berbentuk beberapa sel yang lebih besar dari sel epidermis, vakuola besar, berdinding tipis, dan berisi air. Fungsi dari sel kipas merupakan sebagai membuka dan menutup daun (daun yang menggulung).

Stomata: Merupakan celah dari kedua sel penutupnya. Sel penutup ialah kedua sel yang memiliki bentuk tertentu menghalangi celah. Stomata bisa ditemukan dalam daun, rhizoma, batang, perhiasan bunga, bakal buah dan biji. Letak stomata bisa satu baris dengan permukaan epidermis (fanerofor) atau tenggelam (Cryptofor).

Trikoma: Ialah tonjolan epidermis yang terdiri dari 1 sel atau lebih yang difungsikan sebagai ciri taksonomi familia. Manfaat trikoma di tumbuhan adalah sebagai penjaga akan serangan yang bersumber dari luar dan menghambat penguapan.

Jenis-jenis Jaringan Epidermis

  • Vakuola ukuran besar bisa mengandung antosianin.
  • Struktur sel rapat tanpa ruang antar sel.
  • Dinding sel bermacam, menyesuaikan dari posisi dan jenis tumbuhannya.
  • memiliki kandungan sitoplasma yang tinggal dan mengandung kristal garam, silikat, dan garam minyak.
  • Tanpa berkloroplas, terkecuali di sisi sel penutup, dalam hidrofit dan tanaman di bawah naungan.

Fungsi Jaringan Epidermis

Penjaga Semua Bagian Tumbuhan

Peran paling inti ialah sebagai penjaga semua bagian organ pada tumbuhan, mulai dari akar, batang dan daun dari segala keadaan dan pengaruh lingkungan luar. Sel-sel yang tertata dengan susunan yang rapi menyebabkan organ bagian di tubuh tumbuhan terlindungi.

Terjaga dari berubahnya suhu udara, kelembapan, infeksi patogen signifikan. Dengan demikian ciri-ciri jaringan tersebut mempunyai bentuk lebih keras dibandingkan jaringan yang lain, dipenuhi bulu akar, sel kipas, dan spina (duri).

Penyimpan Cadangan Air

Sel-sel pada epidermis terdapat protoplasma yang seperti pipih dna besar. Hal tersebut merubahnya untuk salah satu tempat penyimpanan air bagi tumbuhan.

Saat musim panas tiba diikuti dengan kadar air tanah tidak mencukupi, maka air-air yang tersimpan di dalam protoplasma akan disalurkan kemudian diangkat ke daun untuk pemrosesan dengan cara fotosintesis.

Pengambilan Kadar Air dan Unsur Hara

Epidermis yang tinggal pada akar juga memiliki fungsi untuk penyerap air serta unsur hara dari dalam tanah. Fungsi tersebut digunakan, terutama oleh trikomata yang termodifikasi menjadi bulu akar.

Menanggulangi Penguapan pada Tanaman

Manfaat epidermis selanjutnya adalah berperan untuk jaringan pengatur proses transparasi atau peluapan air pada tumbuhan. Fungsi tersebut dilakukan oleh stomata yang menjadi salah satu bagian dari epidermis selain trikomata.

Pada suhu udara tinggi, stomata dalam jaringan epidermis akan menutup dengan rapat demi jalanya transparasi tanaman bisa dicukupkan, namun ketika suhu udara rendah, stomata akan memberikan celah dengan sangat luas bertujuan agar sebagian air dapat terbuang ke udara dan tidak membeku di jaringan tumbuhan.

Kadangkali stomata juga merupakan jalan sekresi air dari tanaman, melalui pemrosesan yang disebut gutasi.

Difusi Karbondioksida dan Oksigen

Fungsi jaringan epidermis tersebut sebagai media untuk terjadinya difusi karbondioksida dan oksigen ketika tumbuhan melakukan sekresi dan respirasi hasil fotosintesis. Pada umumnya proses ini hanya terjadi terhadap daun dengan stomata sebagai organ pemrosesnya.

Stomata pada daun yang dapat melakukan difusi tersebut sering dimanfaatkan petani untuk mengaplikasikan pupuk daun di tumbuhanya. Unsur hara yang digunakan melalui daun akan diproses sempurna melalui difusi yang dilakukan oleh stomata.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *