Blog

Seberapa Haruskah Bahasa Arab untuk Dimengerti

- Updated September 7, 2018

Mengapa harus menggali ilmu bahasa Arab? Apa saja manfaatnya?

Walau kita bukan penduduk Arab, tapi kegunaannya lumayan besar kalau kita ingin mempelajari bahasa Arab.

Ini sejumlah alasan mengapa kita mesti sempatkan pikiran buat menimba ilmu bahasa Arab.

Satu:

Keunggulan bahasa Arab sangatlah nyata karena bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an Al-Karim. Cukup pertimbangan berikut yang jadi alasan mendasar kenapa kamu mesti mengkaji bahasa Arab. Keistimewaan bahasa Arab diterangkan dalam Al-Qur’an bersumber berada di sepuluh tempat, seperti halnya pada ayat,

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ . قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.” (QS. Az-Zumar: 27-28)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan,

اللِّسَانُ العَرَبِي شِعَارُ الإِسْلاَمِ وَأَهْلِهِ

“Bahasa Arab adalah syi’ar Islam dan syi’ar kaum muslimin.” Disebutkan dalam Iqtidha’ Shirath Al-Mustaqim

Kedua:

Dengan menuntut ilmu bahasa Arab begitu sederhana waktu mengingat, menguasai, mengajarkan dan mendakwahkan isi Al-Qur’an. Dengan modal bahasa Arab akan mudah pula dalam mengetahui hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengingat menerangkan serta mengamalkannya.

Poin ketiga:

Orang yang mahir bahasa Arab, terkhusus mengerti kaedah-kaedah dalam ilmu nahwu akan kian ringan mendalami Islam dibandingkan yang tidak menimba ilmu sama sekali. Apalagi jika amanah seseorang sebagai penyampai dakwah, sebagai seorang da’i, kyai atau ustadz, tentu cenderung lagi menuntut ilmu agar gampang memberikan pengenalan agama yang sesuai pada masyarakat umum.

Keempat:

Keturunan yang mengerti bahasa Arab akan gampang mendalami ilmu dari ustadz secara privat ataupun memahami berbagai karya ulama yang sangat banyak tersebar hingga saat ini. Meskipun yang belum mahir bahasa Arab cuma sanggup menggantungkan buku terjemahan serta itu sifatnya sedikit.

Poin Kelima:

Bahasa Arab itu bahasa yang sejuk dan mengarah menenangkan nurani, dan menyejukan rohani.

Ibnu Katsir saat menjelaskan surat Yusuf ayat kedua menyatakan,

لأن لغة العرب أفصح اللغات وأبينها وأوسعها، وأكثرها تأدية للمعاني التي تقوم بالنفوس

“Karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas (kosakatanya), dan paling banyak mengandung makna yang menentramkan jiwa.”

Keenam:

Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat menyejukkan.

Ibnu Katsir rahimahullah pun berkata,

فلهذا أنزلَ أشرف الكتب بأشرف اللغات، على أشرف الرسل، بسفارة أشرف الملائكة، وكان ذلك في أشرف بقاع الأرض، وابتدئ إنزاله في أشرف شهور السنة وهو رمضان، فكمل من كل الوجوه

“Karena Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia, diturunkan dengan bahasa yang paling mulia, diajarkan pada Rasul yang paling mulia, disampaikan oleh malaikat yang paling mulia, diturunkan di tempat yang paling mulia di muka bumi, diturunkan pula di bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan. Dari berbagai sisi itu, kita bisa menilai bagaimanakah mulianya kitab suci Al-Qur’an.”

Oleh karena itu Allah menyatakan ajaran bahasa Arab,

إِنَّا أَنزلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf: 2)

Tujuh:

Bahasa Arab yaitu bahasa yang banar, ringan dipahami serta fleksibel diperuntukkan sebagai hukum bagi manusia.

Allah memberitahukan sendiri,

قُرْآَنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“(Ialah) Al-Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.” (QS. Az-Zumar: 28)

Dalam ayat berbeda disebutkan,

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195)

“Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syu’ara: 192-195). Sebagaimana disebutkan dalam Zaad Al-Masiir karya Ibnul Jauzi, Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab yaitu bahasanya orang Quraisy yang setiap orang mudah memahaminya.

Dan dalam ayat lain dijelaskan,

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا

“Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab.” (QS. Ar-Ra’du: 37).

Dijelaskan di Tafsir Al-Jalalain, bahasa Arab diperuntukkan buat hukum di tengah-tengah manusia. Isi kandungan Zaad Al-Masiir dijelaskan sebenarnya bahasa Arab sungguh digunakan untuk menjabarkan hukum-hukum yang wajib.

Masih tak tergerakkah nurani kamu bermaksud mengkaji bahasa yang amat sejuk juga dimulaikan oleh Allah?

Mudah-mudahan Allah mudahkan untuk mempelajari bahasa Arab. Ihrish ‘ala maa yanfa’uk, bersungguh-sungguhlah dalam hal yang kebaikan kepadamu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *