Blog

Sejarah Baju Islam Sejak Masa Nabi

- Updated October 11, 2018

Menyembunyikan aurat merupakan hak bagi setiap masyarakat muslim, pada itu putra maupun putri. Beberapa Cendikiawan Muslim madzhab Syafi�i berfatwa maka aurat untuk kelompok pria ialah yang diantara pusar dan dengkul. Sedangkan para wanita, semua badan kecuali muka dan telapak tangan.

Secara global, mengenakan semua tipe baju (kecuali mulai ramuan yang dilarang) yakni diperbolehkan sewaktu-waktu ia menutup aurat. Tetapi, mengenakan pakaian-pakaian yang dipakai atau menyukai bagi Nabi Muhammad Shallallahu �Alayhi wa Sallam kelihatan mempunyai keutamaan tersendiri dibandingkan pakaian konvensional.

Akan tetapi, tidak banyak kecil kiyai bergagasan maka menggunakan busana yang dipakai oleh Nabi hanya ialah kebiasaan lantaran keturunan Arab. Maka berawal dari gagasan ini, gamis, sekiranya, tidak termasuk sunnah.

Terlepas tentang pendapat tertulis, kebanyakan ulama memegang kesimpulan, seumpama seseorang menggunakan pakaian �sunnah� tertulis dengan permulaan kasih sayang terhadap Nabi, lalu kamu tentu mendapat ganjaran oleh cintanya tersebut.

Saat masa kali ini, silahkan kami bahas tidak banyak bagaimana sunnah-sunnah Rasulullah pada baju sepanjang hari.

Pelajari Juga: Berbagai Macam Hal yang Sepertinya Baik untuk Anda Tahu Terkait Pakaian Islam

Peci dan �Imamah

Dalam ulasan saat sunnah memakai baju ini, kami berawal dari komponen atasan, gimana Rasulullah dan para sahabat.

�Dahulu (pada hari-hari di musim panas), kaum itu (Rasul dan para sahabat) bersujud pada surban, dan songkok (peci), sedang kedua tangannya pada lengan bajunya�. [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Ash-Sholah: Bab As-Sujud ala Ats-Tsaub fi Syiddah Al-Harr (1/150)]

Rasulullah menggunakan imamah/sorban yang dililit di kepala. Hal ini memiliki dasar riwayat pada sahabat �Amr bin Harits -semoga Allah meridhoinya- pernah menyatakan:

�Rasulullah Shallallahu�alaihi Wasallam pernah berkhutbah di hadapan orang-orang dengan memakai sorban hitam di kepalanya� (HR. Muslim 1359)

Jangan Sampai Lupa: Macam Hal yang Sepertinya Baik untuk Anda Pelajari Mengenai Pakaian Islam

Gamis dan Jubah

Rasulullah benar-benar senang memakai gamis. Dikatakan, dia senang menggunakan gamis karena dia kian membalut bagian badan.

Dari Ummu Salamah -semoga Allah meridhoinya-, ia berkata,

�Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam adalah gamis.� (HR. Tirmidzi no. 1762)

KH Mushthofa Bisri menafsirkan hadits tentang pakaian yang paling disuka oleh Nabi ini dengan pakaian daerah masing-masing (yang menutup aurat, semisal batik). Sehingga, apabila kita mengenakan batik dengan niat mengikut Nabi (yang mencintai pakaian daerahnya, yaitu gamis), maka ia akan mendapat pahala.

Visit: Ragam Macam Hal yang Sepertinya Baik untuk Kamu Ketahui berhubungan dengan Pakaian Islam

gamis, Nabi lumayan senang memakai busana luaran (jubah). Ada separuh kisah yang mengartikan mengenai kejadian ini, namun saya ambil satu saja.

Dari Abu Rimtsah Rifaah At-Taymiy -semoga Allah meridhoinya-: �Saya pernah melihat Rasulullah memakai dua baju yang hijau�. (HR Tirmidzi dan Abu Daud)

�Dua baju� yang dimaksud pada hadits ini adalah baju dalam (gamis) serta baju luar (jubah). Contohnya bisa lihat pada gambar di bawah.

Sarung

Sarung (izaar) tersedia ada dan ramai dikenakan semenjak masa Nabi. Pada dasarnya, sarung yang tersedia pada era tersebut kurang lebih sama menggunakan segalanya yang ada di masa sekarang.

Namun, saat masa jahiliyyah, sedikit penduduk berencana memanjangkan kain sarung atau gamisnya sampai melampaui mata kaki hendak menerangkan bahwa kamu yakni orang mampu atau ingin membanggakan dirinya.

Ngomong-Ngomong, apa kamu sudah membaca berkanaan doa qunut? Bila belum pernah, kami harap klick link tersebut huhu. Kamu akan capcus ke landing page tersebut. Di page itu dirimu tentu akan menemukan keterangan yang mudah2an berfaedah. By the way jangan sekali-kali lupa membagi ke teman-teman dirimu ya supaya semakin banyak yang mendapat informasi tersebut. Thank you so much huhu.

Tentu, Rasulullah Shallallahu �Alayhi wa Sallam akhirnya mengharamkan untuk memanjangkan kain sarung/gamis melampaui mata kaki.

Selanjutnya: Berbagai Macam Hal yang Penting untuk Kamu Ketahui Tentang Pakaian Islam

Diriwayatkan dari �Abdullah bin �Umar -semoga Allah meridhoi keduanya-, ia berkata: �Rasulullah Shalallahu �alaihi wa sallam bersabda:

�Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya di hari Kiamat kelak.��

Dari Abu Hurairah -semoga ALlah meridhoinya- dari Nabi Shalallahu �alaihi wa sallam: �Kain sarung yang berada di bawah mata kaki tempatnya di Neraka.�

Syaikh menyimpulkan pada hadits ini, bahwasannya haram hukumnya menjulurkan kain celana/sarung/gamis melampaui mata kaki dengan niatan sok. Adapun andaikata tidak ada keingginan sok, kemudian ustad berlainan pendapat, sebagian bergagasan makruh, sebaliknya yang berbeda beropini mubah.

Jangan Sampai Lupa: Berbagai Macam Hal yang Penting untuk Engkau Ketahui Tentang Pakaian Islam

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *