Blog

Tanda-Tanda Apa Saja yang Muncul Ketika Bayi Tumbuh Gigi

- Updated February 10, 2018

Senyuman anak kecil tentunya semakin imut apalagi waktu sehabis munculnya gigi. Semua anak mempunyai momen pertumbuhan gigi berlainan tetapi masanya tidak mungkin dipastikan. Biasanya bocah tumbuh gigi perdana di umur kira-kira 4 bulan hingga 1 tahun. Tapi sering terdapat yang kurang atau lebih.

Walaupun memiliki perbedaan masa keluarnya gigi pada bayi tapi gejala yang dialami pada setiap bocah hampir sama. Di momen tersebut merupakan suatu waktu ketidaknyamanan dan rasa nyilu pada gusi si anak kecil. Sehingga bocah bakal rewel atau sering menangis. Tapi bagi para ibu gak usah panik, alasan itu merupakan tanda-tanda anak kecil munculnya gigi. Dengan begitu penting diketahui bagaimana ketika tanda-tanda bayi munculnya gigi anak kecil sehingga seorang bunda bisa memaklumi hal itu.

Rasa Sakit pada Gusi

Adanya rasa nyilu pada saraf lunak pada gusi sebab dari peradangan. Kebanyakan pertumbuhan gigi baru bakal terasa nyeri, begitu juga pada saat pertumbuhan gigi geraham yang nampak sebagai yang paling menyakitkan. Ibu gak usah panik, lantarannya bersamaan dengan timbulnya gigi si bocah yang semakin merata, perlahan-lahan si bocah akan menganggap terbiasa dengan timbulnya gigi dan perasaan tidak aman di hari mendatang.

Sering Mengeluarkan Air Liur

Pada munculnya gigi mampu merangsang pengeluaran air liur pada mulut bayi. Sehingga tidak heran apabila Ibu sering melihat mulut anak kecil sering mangap dan air liur keluar dari mulutnya.

Sering Menggigit

Dorongan terhadap timbulnya gigi yang bakal keluar dari gusi menyebabkan rasa nyeri terhadap gusi anak kecil. Hal tersebut bakal menjadikan ketidaknyamanan pada kondisi bayi tersebut. Tidak cuma itu saja, rasa geli dan geram pada gusi bayi menyebabkan anak kecil ingin melampiaskan dengan menggigit benda yang dipegang malah sampai menggigit pentil ibu disaat lagi menyusu.

Batuk-Batuk

Pengeluaran air liur yang banyak lantarannya pertumbuhan gigi menyebabkan anak kecil mudah tersendak bahkan sampai batuk-batuk. Itu terjadi lantarannya banyaknya air liur yang memenuhi mulut. Walaupun kalau tidak ada timbulnya tanda-tanda flu, pilek, maupun alergi tentunya tanda yang satu ini tak menjadi rumit. Tapi apabila memang terjadi batuk-batuk terus bisa jadi bayi pertanda sakit karena virus dan lain-lainnya.

Ruam Pada Dagu atau Wajah

Tak hanya ngences dan batuk-batuk, pengeluaran air liur yang begitu banyak selagi waktu pertumbuhan gigi juga mengakibatkan munculnya ruam kulit yang kering di sekitar area mulut, dagu, sering kali di leher. Penyebabnya ialah bergesekan langsung dengan air liur itu sendiri. Oleh karena itu, Ibu hendaknya rajin mengusap air liur bocah memakai sapu tangan yang lembut guna mengurangi timbulnya ruam. Namun, jika ruam sudah terbentuk, berikan krim maupun lotion terhadap anak kecil dengan perlahan dan terjaga terhadap si anak kecil.

Tidak Nafsu Makan

Adanya rasa sakit pada gusi waktu pertumbuhan gigi gak sekedar membuat anak kecil merasa gak nyaman, melainkan juga dapat mengurangi nafsu makan. Apalagi sedang menyusu saja malah membuat gusi nyilu. Oleh karena itu, tidak usah heran jika bocah menolak dikasih makanan padat atau susu ketika giginya akan tumbuh.

Sering Rewel

Gusi bayi yang dirasakan nyeri bakal membuat si anak sering rewel. Hal itu sangatlah wajar sebab mengalami ketidaknyamanan yang dialami si anak sesungguhnya bukan hanya diakibatkan oleh nyilu gusi, justru juga disebabkan oleh prosesnya sel-sel di gusi yang rusak dan pecah supaya gigi mampu timbul keluar. Gak heran kalau menjadikan si anak rewel bahkan hingga mempengaruhi kesehatan.

Terjadinya Demam

Biasanya sering kali terjadi peradangan terhadap badan akan menimbulkan demam, begitu juga dengan infeksi yang terjadi pada gusi alasannya timbulnya gigi. Namun demam yang terjadi umumnya sebatas demam kecil saja, sehingga bisa diobati dengan sederhana di rumah.

Hematoma Gusi

tanda-tanda keluarnya gigi pada anak kecil yang telah jelas yakni hematoma atau mengalami pendarahan pada bawah gusi. Dibuktikan dengan gumpalan kemerahan pada bawah gusi contohnya gusi bengkak. Walaupun Ibu tidak mesti sedih, lantarannya ciri-ciri ini akan membaik dengan sendirinya ketika gigi telah berkembang. Untuk mewngobati nyeri, Ibu juga mampu memberi bantuan dengan kompres dingin.

Sulit Tidur Nyenyak

Adanya rasa nyeri membuat bocah mengalami tak enak sehingga ia sulit tidur dengan nyenyak. Kebanyakan, Ibu menenangkannya dengan upaya menyusui. Tapi ada kalanya menyusui malah bakal membuatnya semakin nyilu efek persinggungan antara puting Ibu dengan gusi anak kecil. Untuk memberinya kenyamanan, Ibu dapat membuat bocah reda dengan teknik menepuk-nepuknya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *