Blog

Taukah Kamu Kalau Ramai Orang Sudah Bisa Bahasa Arab

- Updated October 8, 2018

Mengapa harus menimba ilmu bahasa Arab? Apa keistimewaannya?

Walaupun kita bagian keturunan Arab, tetapi kegunaannya lumayan banyak kalau kamu mau menimba ilmu bahasa Arab.

Ini sebagian alasan kenapa kita mesti sempatkan tenaga buat menggali ilmu bahasa Arab.

Poin Utama:

Kelebihan bahasa Arab sangatlah nyata sebab bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an Al-Karim. Sedikit pertimbangan berikut yang membuat alasan mendasar mengapa kita mesti menimba ilmu bahasa Arab. Keutamaan bahasa Arab disebutkan di ayat Al-Qur’an lebih berlokasi di sepuluh tempat, seperti halnya pada ayat,

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ . قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.” (QS. Az-Zumar: 27-28)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

اللِّسَانُ العَرَبِي شِعَارُ الإِسْلاَمِ وَأَهْلِهِ

“Bahasa Arab adalah syi’ar Islam dan syi’ar kaum muslimin.” Disebutkan dalam Iqtidha’ Shirath Al-Mustaqim

Kedua:

Dengan mempelajari bahasa Arab cenderung sederhana saat menghafalkan, memahami, berbagi ilmu bersama mendakwahkan isi Al-Qur’an. Dengan bekal bahasa Arab lebih ringan juga serta menguasai hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengingat menjelaskan serta mengamalkannya.

Ketiga:

Orang yang ahli bahasa Arab, terkhusus mahir kandungan di pengetahuan nahwu akan semakin gampang memahami Islam ketimbang yang tidak mengkaji sedikitpun. Apalagi jika amanah seseorang sebagai penyiar ajaran islam, sebagai seorang da’i, kyai atau ustadz, mesti cenderung bertujuan mempelajarinya supaya gampang mengajarkan pemahaman agama yang sesungguhnya terhadap masyarakat luas.

Keempat:

Masyarakat yang mengerti bahasa Arab akan mudah mempelajari ilmu berasal ustadz secara pribadi maupun memahami beraneka ragam tulisan ulama yang sudah banyak tersebar hingga saat ini. Meskipun yang tidak ngerti bahasa Arab sekedar sanggup menggantungkan kitab terjemahan serta itu sifatnya terbatas.

Lima:

Bahasa Arab itu bahasa yang sejuk bahkan juga lebih mendamaikan jiwa, juga menentramkan jiwa.

Ibnu Katsir ketika menggambarkan surat Yusuf ayat kedua menyampaikan,

لأن لغة العرب أفصح اللغات وأبينها وأوسعها، وأكثرها تأدية للمعاني التي تقوم بالنفوس

“Karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas (kosakatanya), dan paling banyak mengandung makna yang menentramkan jiwa.”

Poin Keenam:

Bahasa Arab yaitu bahasa yang amat menyejukkan.

Ibnu Katsir rahimahullah pun menyatakan,

فلهذا أنزلَ أشرف الكتب بأشرف اللغات، على أشرف الرسل، بسفارة أشرف الملائكة، وكان ذلك في أشرف بقاع الأرض، وابتدئ إنزاله في أشرف شهور السنة وهو رمضان، فكمل من كل الوجوه

“Karena Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia, diturunkan dengan bahasa yang paling mulia, diajarkan pada Rasul yang paling mulia, disampaikan oleh malaikat yang paling mulia, diturunkan di tempat yang paling mulia di muka bumi, diturunkan pula di bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan. Dari berbagai sisi itu, kita bisa menilai bagaimanakah mulianya kitab suci Al-Qur’an.”

Oleh sebab itu Allah menwahyukan ajaran bahasa Arab,

إِنَّا أَنزلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf: 2)

Ketujuh:

Bahasa Arab yaitu bahasa yang banar, gampang dipahami serta mudah ditujukan untuk aturan kepada makhluk.

Allah menyatakan sendiri,

قُرْآَنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“(Ialah) Al-Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.” (QS. Az-Zumar: 28)

Di ayat lain dijabarkan,

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195)

“Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syu’ara: 192-195). Sebagaimana disebutkan dalam Zaad Al-Masiir karya Ibnul Jauzi, Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab yaitu bahasanya orang Quraisy yang setiap orang mudah memahaminya.

Serta dalam ayat berbeda disebutkan,

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا

“Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab.” (QS. Ar-Ra’du: 37).

Disebutkan dalam Tafsir Al-Jalalain, bahasa Arab digunakan sebagai aturan di tengah-tengah manusia. Dalam Zaad Al-Masiir disebutkan sebenarnya bahasa Arab sungguh digunakan buat menerangkan aturan yang tetap.

Masih tidak terketuk nurani kamu untuk mengkaji bahasa yang sangat mulia serta dimulaikan oleh Allah?

Mudah-mudahan Allah ringankan untuk mempelajari bahasa Arab. Ihrish ‘ala maa yanfa’uk, semangatlah dalam hal yang kebaikan untukmu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *